WELCOME

Banyak wacana yamg bisa didapat. Tinggal pilih kategori sesuai kepo. Enjoy it!

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 15 November 2019

Bagaimana Stereotip Masyarakat saat Melihat Wanita Bercadar? Simak 11 Point ini!

Hello kawan-kawan pembaca semua, semoga sedang dalam kondisi bahagia, dan tercukupi segala kebutuhan, amin.

Pada topik kali ini saya ingin membahas tentang cadar, kalau pada kesempatan yang kemarin kemarin sempat saya bahas mengenai crosshijaber, kali ini masih membahas topik yang sama hanya pada sisi pandang yang berbeda. Mungkin. Hmm.

Wanita Bercadar di Denmark Didenda Rp 21 Juta, fajar.co.id


Sehubungan dengan familiarnya saya dengan niqab, kerudung, maupun cadar, karena selain sering melihat, berinteraksi dengan wanita bercadar, dan pengajian yang dulu sering saya datangin banyak yang bercadar, maka kali ini saya memberanikan diri untuk mengangkat topik terkait.

Jujur saja, masih banyak orang yang masih menganggap fenomena ini sebagai hal yang "baru", sedikit tabu, dan sederet mindset lain berangkat dari belum mengenalnya dengan baik perihal cadar. Kali ini saya ingin membahas beberapa mindset yang sempat bertengger di sebagian masyarakat berangkat dari "cara berbusana" sebagian wanita muslimah ini.

Identik dengan teroris
Seperti kita tahu, sejak momentum 9/11, kejadian 11 September 2001, islamophobia makin menjadi di dunia internasional. Baik secara sosial kemasyarakatan maupun kebijakan kebijakan negara Amerika terhadap para muslim di sana.

FEMA Investigator Claims World Trade Center 'Vault Content, mintpressnews.com


Banyak warga negara Amerika yang memang muslim, menceritakan banyak bagaimana yang terjadi di Amerika dan beberapa belahan dunia lain pasca terjadinya "terrible attack" tersebut. Salah satunya adalah Mona Eltahawy, seorang muslimah berdarah Egyptian American yang sempat menceritakan banyak apa saja yang terjadi di negara Paman Sam tersebut setelah terjadinya 9/11, menyita respect sebagian besar pembaca di The Guardian.

Tudingan miring sempat dilemparkan ke banyak komunitas muslim di Amerika, apalagi personal yang mempunyai performance muslim yang kentara: berkerudung, niqab/cadar, jenggot, maupun berbusana muslim kala di areal publik. Tidak hanya individu tapi beberapa komunitas muslim juga terkena imbas. Penulis juga menyebut ada beberapa masjid lokal yang melawan usaha pembakaran masjid oleh orang-orang tidak dikenal.


filmsforaction.org

Kebijakan negara di Amerika kala itu juga tidak mau kalah, introgasi pada beberapa orang muslim, kebijakan CIA dan NYPD untuk melakukan spying pada beberapa orang yang notabene muslim, dan beberapa komunitas muslim. Beberapa pressure pemerintah terhadap muslim kala itu bisa ditemukan di sini.

Guys, pada dasarnya cadar adalah simbol penghambaan kepada Tuhan, khususnya wanita-wanita yang beragama Islam, demi melakukan sunnah menyempurnakan menutup aurat. Sebagian ahli agama yang menutup usia sebelum kita, mengemukakan baik dalam banyak kitab, dominan sepakat bahwa cadar adalah sunnah, tidak wajib, untuk menyempurnakan penutupan aurat, hanya mengharap balasan dari yang Maha Esa, tidak lain.


widiynews.com

Tudingan seakan membabi buta yang terjadi di negara barat, itu bisa kita pahami, karena mereka kehilangan banyak warga negaranya yang ada di WTC, selain karena memang WTC adalah simbol kedigdayaan Amerika.

Tapi waktu memang berbicara, bahwa lambat laun negara-negara barat menyadari bahwa mereka berhadapan dengan oknum, bukan Islam pada umumnya, meski masih ada beberapa dari mereka yang menganggap Islam mengajarkan teroris. Satu hal yang pasti, jika mereka mau mempelajari Islam, tidak ada anjuran agama yang tersurat pada Alquran alias kitab suci agama Islam, untuk melakukan kegiatan-kegiatan negatif seperti terorisme.

OknumSebagian kecil tidak lah semua, apalagi semua bukanlah mewakili sebagian kecil tersebut. Logika seperti ini mungkin yang bisa kita pahami dalam menggaris bawahi pemaknaan istilah oknum. Kalau memang kemarin kemarin mindset seperti ini sempat menghinggapi kita kalau melihat wanita yang bercadar, mungkin saatnya per sekarang kita merubah opini pikiran tersebut.

supchina.com


Membunuh itu haram di Islam, apalagi membunuh sesama muslim, dosanya pasti double triple. Coba simak hadis yang saya temukan di kitab Bukhari dan kitab Muslim,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allâh haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”.


mesbar.org


Tidak mau bergaul kecuali dengan sesama
Mindset berikutnya yang mungkin muncul di sebagian benak masyarakat, bahwa wanita bercadar lebih memilih pergaulan dengan sesama yang bercadar atau yang sama pengetahuan agamanya. Sedangkan untuk bergaul dengan masyarakat, dia lebih menutup diri.

Sebenarnya anggapan ini banyak salahnya daripada benarnya. Karena wanita bercadar kalau memang dia memahami pengetahuan Islam dengan baik, dia tidak akan membatasi pergaulan dengan siapa saja, akan tetapi jika pergaulan identik antara beda jenis kelamin, yaitu antara wanita dan pria, maka wajar dia membatasi pergaulan tersebut karena memahami bahwa bercampur baur antara pria dan wanita di publik maupun di tempat tertentu adalah berdosa. Wacana agama menyebut campur baur pria dan wanita ini dengan istilah "ikhtilath".

Jika dominan mendekam di rumah, jarang keluar rumah kecuali urgent, hal ini wajar juga bagi para wanita di aspek ini. Karena, anjuran agama memang mewacanakan demikian, coba simak salah satu ayat Alquran ini,

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33)

Ibnu Katsir, dalam Al Adzim, menjelaskan sedikit banyak tentang ayat ini, bahwa wanita memang posisi terbaik memperbanyak diri di dalam rumah, menghindari berhias, alias make up berlebihan zaman sekarang, kemudian keluar rumah. Dikhawatirkan kecantikan yang dilihat oleh laki-laki lain yang bukan suaminya tersebut, bisa menjadi godaan buat orang lain. Agama menyebutnya dengan tabarruj.

kartunmuslimah.com



Tapi sebagian ulama masih mengecualikan kondisi urgent misalkan seperti si wanita hendak belanja, dan urusan-urusan lain sehubungan dengan rumah tangganya. Asalkan memakai penutup aurat seperti jilbab. Di sisi lain, wanita yang sudah bersuami, rumah dan segala perangkat rumah tangga adalah "ladang pertanggungjawaban". Istri yang baik mempunyai homework besar mengatur kebutuhan rumah tangga, suami, dan psikis anak-anak.

Tapi bila ada kondisi wanita bercadar yang seperti ini, hanya bergaul dengan sesama, bisa jadi ini kembali ke pribadi masing-masing, tidak bisa melekatkan cadar dengan tipikal seseorang yang berkonotasi negatif. Pastinya Islam tidak membatasi pergaulan wanita bercadar, kecuali pergaulan yang memang banyak negatifnya daripada positifnya.

Pergaulan dengan lawan jenis, merupakan hal-hal yang negatif, menimbulkan dosa. Bisa saja misalkan di suatu kampung wanita bercadar jarang banget bergaul ketika ada sekumpulan ibu-ibu yang suka menggosip kesana kemari, hal itu juga masih wajar, karena kalau dia ikut dengan sekumpulan ibu-ibu yang gosip kesana kemari, dia takut menuai dosa dan karma. Wacana keagamaan menyebutnya dengan "ghibah", yaitu membicarakan orang lain.

Kalau kita mau membuka mata, hati, dan kepo, masih banyak wanita bercadar lain yang mau meniti karir di publik. Coba amati sekitar.


rappler.com


Wajahnya jelek makanya bercadar
Niat seseorang beragam cuman kalau menyamaratakan niat seperti ini setiap wanita yang bercadar, perihal ini adalah salah kaprah banget. Selain cadar adalah simbol penghambaan diri kepada Tuhan untuk menjaga aurat, masih banyak guys wanita-wanita bercadar yang pada dasarnya cantik. Percayalah pada saya. Bahkan ada beberapa artis yang sekarang bercadar.

Lagian sekarang kita bedakan wanita yang suka memakai pakaian terbuka dan wanita yang memakai cadar. Seperti kita tahu kulit ketika menerima sinar matahari berlebih dan intensitas sering, pasti akan menggelap kan? Logikanya kalau wanita bercadar, udah minum tumbuhnya pasti jarang banget terpapar sinar matahari secara langsung kan? Dari situ saja kita bisa nangkap, kemungkinan besar kulit mereka terlindungi, putihnya juga awet putih daripada wanita-wanita berpakaian terbuka kemudian intensitas matahari sama-sama terkena.


Yakin mereka jelek?triviaries.blogspot.com


Bau badan
Niqab identik dengan busana berlebih, pastinya si pemakai banyak momen gerah, berkeringat banyak, dalam beberapa kesempatan diidentikkan dengan bau badan. Hal ini tudingan yang kurang lebih salah juga karena semua kembali ke tipikal wanita masing-masing. Tapi jika wanita yang benar-benar wanita feminim, ada sisi dia suka menjaga performa, termasuk menjaga aroma tubuh, baik kepada suami maupun ketika ada di areal publik.

sephora.com

Biasanya di sih mereka memakai wangi-wangian yang alakadarnya, tidak terlalu over aroma, karena mereka pada paham bahwa secara kacamata agama, menggunakan parfum yang baunya semerbak berlebihan tidak dibolehin. Jadi secara, singkirkan deh pikiran negatif seperti ini kalau kita pernah secara tidak sengaja mempunyai mindset serupa.

Kalau urusan sandaran hadits, ada beberapa hadis yang menyinggung tentang wewangian wanita muslimah. Coba saya bawakan salah satu hadis,

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”

Salah satu hadis yang ada di kitab milik an Nasa'i, Abu Daud, dan Tirmidzi ini dijelaskan salah satu ulama, apa yang dimaksud adalah wanita yang meniatkan memakai wangi-wangian agar di konsumsi aromanya oleh sekumpulan laki-laki, kemudian sekumpulan orang lawan jenis tersebut timbul syahwatnya/nafsu/libido. Bukannya ini akan menimbulkan dosa?

Tidak mau interaksi fisik dengan lawan jenis
Kalau ini sudah memang ketentuan agama. Misalkan melakukan salaman dengan lawan jenis, maka persentuhan kulit sang wanita dengan laki-laki bukan suami merupakan suatu dosa kecil, makanan dia enggan salaman atau interaksi fisik yang lain.

Berpandangan dengan lawan jenis yang bukan mahram, juga secara kacamata agama adalah zina mata, jadi saudara-saudara semua kalau mau melototin matanya para hijaber, silakan ngotot dalam melakukannya, karena wanita-wanita bercadar yang paham agama dominan tahu betul hukum-hukum agama. Mindset seperti ini bukan salah, tapi memang benar kalau urusannya lawan jenis.

youtube.com


Judes super kalau berinteraksi dengan penganut agama lain
Salah. Kalau kita mau kilas balik ke zaman dahulu, ketika orang-orang Islam menduduki suatu wilayah tertentu yang ada orang-orang non Islam nya, pimpinan alias khalifah dari para orang muslim akan melindungi sangat setiap orang non muslim yang ada di wilayahnya. Karena ini merupakan adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad the last prophet.

“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS: At-Taubah [9]: 6).

Sejarah pun berbicara senada. Pasti kawan-kawan sesama muslim pernah mendengar bagaimana perlakuan Nabi Muhammad terhadap pengemis buta yang dia adalah notabene Yahudi. Setiap hari nabi datang, menyuapi membersihkan segala kotoran di wajahnya, meski si pengemis Yahudi buta tersebut sambil ngomel-ngomel banyak hal yang buruk tentang Nabi, tapi tetap the last prophet kita baik kepada dia, hampir setiap hari datang ke depan pengemis, menyuapi memberi minum, bahkan sebelum menyuapi makanan yang akan di masukkan dilumatkan dulu agar si pengemis buta tersebut mudah dalam memakannya.

pinterest.com

Belum lagi pernah salah satu khalifah alias pimpinan negeri muslim, mendapati salah satu anak buahnya sedang akan membuat berantakan salah satu dagangan orang non muslim. Tapi sang khalifah dengan mantap mengatakan bahwa orang-orang non muslim tersebut dalam pertanggungjawaban dia, bermasalah dengan para orang-orang muslim sama saja bermasalah dengan sang khalifah atau pimpinan muslim saat itu.

Dia adalah laki-laki
Curiga seperti ini wajar saja sih karena zaman sekarang lagi hangat-hangatnya fenomena crosshijaber. Tapi paling tidak kita positive thinking dulu lah. Adapun kalau dia memang benar-benar laki-laki yang memakai cadar, bisa saja tidak ada niat buruk di dalam hatinya, jadi tinggal kita aja yang mengingatkan bahwa yang dilakukan dia adalah jalan yang salah.

kumparan.com


Menganggap wanita muslimah yang tidak berkerudung adalah najis/sesat
Salah juga sih mindset seperti ini. Kalau saya boleh membuka rahasia, wanita muslim memang diwajibkan menutup aurat. Kalaupun ada wanita muslim yang belum menutup aurat, wanita-wanita bercadar yang paham agama pasti akan melihat mereka sebagai ladang dakwah. Mestinya yang ada nasehat-nasehat positif, pendekatan secara emosional, dalam rangka untuk berinteraksi positif dan mendakwahkan apa yang dikatakan Tuhan.

Keep positive thinking saja. Adapun jika memang ada satu/dua wanita bercadar yang indikasi perilaku seperti ini, bisa jadi lebih ke oknum, berangkat dari pengetahuan agama kurang.

Jihadis
Kalau memang jihad di sini yang dimaksud adalah jihad secara umum, yaitu menekan keinginan nafsu yang mengajak hal-hal yang berkonotasi negatif, menahan diri, memaksakan diri demi Tuhan dengan cara menutup aurat berupa pemakaian cadar, memaksakan diri menjalankan sunnah sunnah dan ketetapan ketetapan agama, konsistensi maksimal di dalam jalan agama, kajian seperti ini memang dia lakukan.

Sedangkan kalau identik jihadis yang disematkan pada wanita bercadar mengarah ke bom, senjata tajam, pembunuhan, kekerasan alias violence, ini benar-benar mindset yang keliru.

Ustadz Abu Qotadah dalam majalah as-Sunnah menjelaskan sedikit tentang jihad seperti ini,

Jihad melawan hawa nafsu, meliputi: Berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran dan agama yang haq. Berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq. Berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.

Inilah bentuk jihad yang benar. Kalaupun kita menilik kepada sejarah, memang the last prophet melakukan peperangan beberapa kali dengan kaum yang memerangi agama. Sekali lagi, memang peperangan terpaksa dilakukan karena saat itu duluan diperangi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Bahasa simpelnya waktu itu sedang membela dirinya, membela agama, keluarga, dan harta.

Contoh sederhana kita sedang berjalan di alun-alun kota. Kemudian ada yang ingin menusuk kita menggunakan pisau. Mau berdiam diri atau membela diri? Berdiam diri bisa ketusuk lalu mati dong?


independent.co.uk


Anti ke barat-baratan
Bisa jadi iya bisa jadi nggak, tergantung ke barat-baratan yang seperti apa. Kalau ke barat-baratan identik dengan culture yang cenderung negatif, bisa jadi ini adalah hal wajar ketika mereka anti banget. Misalkan ke barat-baratan dalam segi busana yang terbuka auratnya. Wajar kan kalau anti?

Ada juga ke barat-baratan misalkan makan di produk yang notabene barat punya. McDonald's, Pizza hut, KFC, CFC, dengan dalih kita kalau makan di sana profitnya untuk membantai kawan-kawan sesama muslim di Palestina dan negara muslim terjajah lain. Kalau seperti itu ya kita maklumi saja, namanya mereka muslimah sejati, kesakitan yang dirasakan saudara-saudara di seberang sana, ikut dirasakan pula.

Tapi masih ada wanita yang bercadar tapi masih konsumsi di tempat-tempat yang telah disebutkan. Karena parameter tiap wanita bercadar itu sama, yaitu hanya ingin makan makanan yang halal. Mereka paling anti terhadap makanan yang memang haram. Meski mungkin kondisi seperti ini benar-benar jarang terjadi.


Identik dengan aliran tertentu
Sebetulnya salah juga mengidentikkan wanita bercadar dengan aliran tertentu. Sebetulnya cadar itu sunnah, memang ada sebagian ulama yang menganggapnya sunnah ada sebagian lagi yang menganggapnya wajib, suatu urusan yang khilafiyah diantara ulama. Jadi tidak heran kalau tidak terbatas pada aliran tertentu, mengingat personal, dan kitab-kitab Islam yang banyak banget bertebaran di bumi mempunyai pegangan alias sandaran keilmuan masing-masing.

Tenang saja, bikin diri kita nyaman. Terkadang mindset mindset negatif malah membuat diri kita terkungkung dengan ketidaktahuan akan ilmu. Semua kembali ke pribadi masing-masing, ada passwordnya kita bertabayun, mencari informasi dulu secara segi keilmuan, akan beberapa fenomena yang telah ataupun yang hendak terjadi kedepannya.


Demikian sedikit ulasan dari saya, semoga bermanfaat, menjadi wacana yang bisa di ambil hikmah, dan sekali lagi kita harus memilah, mana mana yang berangkat dari segi personal. Karena kita tidak bisa menyamaratakan suatu fenomena tertentu dengan kondisi sebagian besar masyarakat.

Selamat beraktifitas, dan semoga makin semangat menjaga ibadah.

Salam terhangat.




FURQON643

"The Great Famine China": Contoh Perilaku Pembasmian Hewan Berdampak Bencana Kemanusiaan! Puluhan Juta Orang Mati Sia Sia

Hello guys, kali ini membahas sedikit, tentang salah satu contoh propaganda itu ternyata bisa menimbulkan destruktif yang sangat besar, diluar ekspektasi.

Tapi sebelum kesana, teman-teman semua tahu nggak apa itu propaganda? Meminjam peristilahan dari Bruce Lannes Smith, propaganda mempunyai definisi sederhana dissemination of information—facts, arguments, rumours, half-truths, or lies—to influence public opinion. Penyebaran informasi baik itu fakta argumen rumor, separuh kenyataan dan dibumbui topik tertentu, atau pun sebuah kebohongan.

Siapapun bisa melakukan propaganda. Baik itu pemerintah, komunitas tertentu, bahkan per individu. Tujuan propaganda pun bisa karena apapun. Tujuan pribadi, ataupun sosial.

Kita mengenal yang namanya hoax. Familier di mindset bahwasanya hoax adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu, baik perseorangan maupun kelompok. Nah dari segi definisi kawan-kawan pembaca pasti sudah tergambarkan, bagaimana bila propaganda palsu yang nyata-nyata hoax dikonsumsi publik, mereka anggap sebagai kebenaran, akhirnya menimbulkan kerugian.

voanews.com


Kali ini saya mau membahas bagaimana propaganda bisa menimbulkan dampak buruk. Tidak hanya segi finansial, ekologi, namun juga jiwa orang banyak.

Tapi sebelum saya bercerita banyak saya mengajak para kawan pembaca semua terbang ke negeri Cina. Memasuki mesin waktu sejenak, kita kembali ke tahun 1959, tepatnya kalah itu pemerintahan Cina dipimpin oleh Mao Zedong, seorang revolusioner komunisme Cina.

Sebenarnya apa yang terjadi kala itu?

Buku-buku serta banyak pakar sejarah menyebut natural disaster kala itu dengan nama The Great Chinese Famine. Menggambarkan keadaan yang terjadi, saya mengutip penggambaran kondisi oleh analisis sekaligus jurnalis Cina, Yang Jisheng di New York Times. Jurnalis veteran senior sekaligus member dari partai komunis ini menyebut,

36 million Chinese starved to death in the years between 1958 and 1962, while 40 million others failed to be born, which means that “China’s total population loss during the Great Famine then comes to 76 million.”

Mendengar bahwa 36 juta orang meninggal karena kematian antara 1958 sampai tahun 1962 sementara itu 40 juta kelahiran bayi gagal dilahirkan kelihatan serem apa nggak? Seram dong. Parah banget kalau kita menilik ke aspek kemanusiaan.

banyak orang kelaparan kala itu, guestlist.net


Apa hubungannya sama propaganda?

Earlier, berangkat dari kegerahan pimpinan pemerintah terkait terhadap beberapa wabah yang menjalar di negeri Cina, serta produksi pangan masyarakat berupa gandum biji-bijian dan buah-buahan yang sebagian besar "dianggap" terancam oleh beberapa jenis hewan, maka Mao Zedong berinisiatif untuk menggalakkan gerakan berantas hewan "hama".

tumblr.com

Cara yang beliau tempuh pada tahun 1958 berupa ajakan kepada masyarakat untuk ikut dan wajib ambil bagian dalam gerakan pembantaian tikus, beberapa serangga, nyamuk dan 1 jenis burung terutama sparrow (eurasian tree Sparrow). Bagi kita seperti burung pipit atau burung gereja gitu. Kampanye zaman itu terkenal dengan Four Pests Campaign, pembasmian burungnya terkenal dengan Great Sparrow Campaign, atau Kill Sparrows Campaign. Pada buku Erinnerungen an Ornithologen, die ich kannte yang dikarang oleh Eugeniusz, disebut bawa Mao Zedong berani memasukkan burung jenis ini ke musuh publik.

"Birds are public animals of capitalism".

China's Serial Sparrow Sorrow | The World of Chinese, theworldofchinese.com



Sebenarnya agak sarat muatan politis juga ya, menghubungkan satu spesies tertentu dengan peperangan terhadap kapitalisme. Akhirnya banyak masyarakat berlomba-lomba ikut bagian berpartisipasi dalam pembasmian sebagai bentuk taat pada pemerintah.

Dalam rangka pembantaian burung Sparrow, masyarakat melakukan banyak hal. Ada yang membunuh secara manual menggunakan tembak, panah, merusak sarang dan telur, membunuh anak burung sparrow yang baru menetas, membunyikan panci, tong, berbagai perangkat yang bisa memunculkan bunyi saat diketok dan dipukul, dengan harapan burung menjadi takut, sehingga kecil kemungkinan untuk hinggap di lahan pertanian perkebunan dan pohon-pohon, kelelahan di udara lalu meninggal.


China's Serial Sparrow Sorrow | The World of Chinese
theworldofchinese.com


Sumber picture: countryeconomy.com


Coba kita bayangkan sejenak. Pada tahun 1958 sudah ada populasi sejumlah demikian. Misalkan setiap 1 orang pada satu hari bisa membunuh satu burung saja, maka pada hari tersebut sudah terbunuh burung sparrow kurang lebih sebanyak 659 juta. Silakan akumulasikan sendiri kalau program pemerintah ini berjalan, setiap bulan dan dalam satu tahun berapa ekor yang meninggal, dalam satu pembunuhan massal terbesar di dunia.

Pada tahun 1960, pimpinan Cina terkait berubah pikiran karena salah satu ahli ornithologist alias ilmu burung di Cina, Tso-hsin Cheng, mengingatkan sang pimpinan untuk menghentikan upaya pembunuhan massal sparrow, salah satu rantai makanan ini, dengan pertimbangan logis sehubungan dengan keseimbangan ekosistem dalam kacamata zoologi. Ahli ilmu terkait mengingatkan bahwa jenis burung sebagai sasaran pembunuhan massal ini memakan insect, selain memakan tanaman pangan seperti gandum.

Seorang revolusioner Cina, politikus dan theoryst China, Liu Shaoqi, ikut ambil bagian mengingatkan Mao perihal kesalahan yang dia buat, “history will record the role you and I played in the starvation of so many people, and the cannibalism will also be memorialized!” 
Kok kelihatannya seram ya? Memangnya setelah propaganda lalu terjadi pembunuhan massal burung apa yang terjadi sih?

Belalang yang sejatinya hama tanaman pangan, mencapai populasi yang booming di tahun tersebut. Hasilnya, hampir seluruh tanaman pangan di Cina terserang hama. Akibatnya sudah tergambar kan gimana, banyak gagal panen di seantero Cina dan masyarakat dirudung kelaparan massal. History menyebut big disaster ini dengan "Three Years of Natural Disaster".

chineseposters.net

Secara konsep biologi, dalam rantai makanan booming populasi serangga pemakan tanaman pangan masyarakat bisa terjadi karena predator utama para serangga ini dibasmi. Pemerintah kala itu menganggap bahwa burung hanya memakan gandum, biji bijian dan buah, namun mereka lupa bahwa burung juga memakan sebagian besar serangga.

Karena dominan tanaman pertanian untuk pangan rakyat pada rusak, masyarakat banyak yang dilanda kelaparan. Pada momen tertentu, saking kelaparannya, ada sebagian kecil masyarakat yang tega membunuh orang lain untuk dimakan, itulah mengapa Mao sempat diklaim untuk bertanggung jawab selain kepada kematian berjuta-juta penduduk, juga dituntut untuk bertanggung jawab terhadap chaos yang terjadi, berupa saling bunuh rakyatnya dan cannibalism.

Pada waktu tahun 1959 sempat terjadi banjir besar-besaran dari sungai kuning, yang menenggelamkan banyak lahan pertanian, disebut dalam buku "The Most Deadly 100 Natural Disasters of the 20th Century" sebagai salah satu faktor pula yang mengakibatkan kelaparan besar di Cina. Belum lagi pada tahun 1960, curah hujan benar-benar kurang. Pada buku "Part 2: The Great Leap Forward not all bad" oleh Henry Liu, diestimasikan 60% lahan pertanian perkebunan di Cina benar-benar kekurangan curah hujan. Lengkap sudah. Lahan pertanian diserang hama serangga besar-besaran, sebagian besar yang lain terkena banjir, dan 60% terkena kekurangan curah hujan. Benar-benar kondisi yang menyeramkan bagi masyarakat.


Daring to go beyond Western propaganda on the Great Leap Forward's ...
chinarising.puntopress.com

Itulah sedikit gambaran, bagaimana propaganda yang belum banyak pertimbangan kepada ahlinya sudah diterapkan. Kejadian ini benar-benar menggemparkan di tahun tersebut, menorehkan luka terdalam di benak masyarakat Cina hingga sekarang.

Sebenarnya jadi wacana juga kan buat kita. Zaman sekarang ini banyak banget hoax yang berseliweran kesana kemari. Karena kita didominasi oleh masyarakat yang sebagian besar cerdas, saya biasanya kita saring lagi tiap-tiap informasi yang kita dapat. Kalau secara kacamata agama namanya tabayyun. Dengan menyaring segala informasi yang kita dapat, setidaknya kita bisa meminimalisir destruktif kecil yang bisa terjadi.

Demikian tulisan dari saya terima kasih sudah menyimak, semoga bermanfaat, selamat beraktifitas dan semangat selalu!



Furqon643

Blame Others: Mengulas Hobi Suka Menyalahkan Orang Lain sebagai Penyakit Mental

Guys, adakah dari kita yang dalam momen tertentu misalkan mendapat masalah atau sesuatu hal berkonotasi negatif lainnya, kita cenderung untuk menyalahkan orang lain? Dalam artian kita terlalu cepat menjustifikasi bahwa orang yang lain yang salah bukan kita sehubungan dengan suatu case tertentu?

equalitywalk.blogspot.com

Mari kita ambil contoh sederhana ya, dalam keseharian yang simpel seperti saat kita sedang berjalan di mall atau sebuah trotoar public, tak berasa kita sedang melakukan phubbing, alias konsentrasi ke layar handphone yang kita genggam, lalu secara tiba-tiba seseorang menabrak kita, dalam waktu singkat dan tidak terduga menyebabkan handphone kita jatuh, lalu kita langsung menjustifikasi itu semua salah dia?

Padahal dalam momen sebelum tabrakan, ada banyak kemungkinan yang terjadi. Bisa jadi dia sedang buru-buru sambil membawa barang banyak, atau mungkin kita yang sedang terlena phubbing tidak melihat jalan, arah jalan kita tidak lurus, tapi tidak berasa, agak melenceng sehingga menabrak dia (konsep kita yang menabrak dia bukan dia yang menabrak kita), atau mungkin karena area agak ramai, dia terdorong secara tidak sengaja oleh orang tak dikenal di sampingnya, menyebabkan efek berantai kita berkontak fisik sama dia secara tidak sengaja.

youtube.com


Pelebaran sayap kasus sederhana seperti ini bisa diluaskan nantinya, seperti ranah di kantor, kita sebagai bos menyalahkan sepenuhnya anak buah karena tidak bisa bekerja dengan baik mengingat tingkat penjualan produk menurun, padahal bisa saja itu salah kita karena dalam aplikasi manajemen planning, organizing, actuating, controlling perusahaan kurang becus.

Perlakuan blaming someone else ini bisa terlempar ke berbagai sasaran loh, bisa orang yang kita sayangi, teman, keluarga, dan level yang paling mudah untuk melesatkan anak panah "Blame others" adalah orang asing yang kita tidak mengenalnya.

Katie Uniacke, seorang author, penulis, dan traveller, pemerhati dunia psikologi, sempat mengulas hal ini juga dalam salah satu hasil authornya, dengan menekankan:

No matter how much people love us, there is only a certain number of times most people will tolerate taking the blame for something that genuinely wasn’t their fault.

Tidak bergantung sejauh mana seseorang mencintai kita, tapi hanya ada sedikit orang yang mau menoleransi justifikasi "menyalahkan orang lain", yang nyata-nyata mereka menyadari bahwa itu semua bukan kesalahan mereka.

marthafry.com

Sebenarnya perilaku yang akhirnya menjadi kebiasaan untuk blame someone else ini sudah merupakan satu masalah kecil, meskipun saya belum berani memasukkannya ke cakupan mental illness, tapi akan menjadi masalah lebih besar lagi ketika kita menjustifikasi salah tersebut ke orang lain, dan orang lain itu tidak menerima justifikasi tersebut. Ya memang bukan salah mereka tapi mereka benar-benar tidak terima dengan apa yang kita katakan. Bukannya ini menjadi masalah yang baru?

Life is all about making mistakes. It’s only through getting things wrong that we learn how to do them right.

Berdasarkan dari perkataan author terkait, permasalahan ketiga timbul, yaitu kita menjadi menyiakan kesempatan untuk mempelajari sesuatu, memperbaiki sesuatu kesalahan yang memang benar-benar dari kita, sehingga kedepannya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

perseka.com


Jika hanya blame him, blame them, blame her, tanpa menyadari bahwa kesalahan itu tercipta dari perilaku kita sendiri, takutnya kita menjadi pribadi yang stuck, tidak bisa belajar liku liku kehidupan dengan baik kemudian mempelajari kesalahan dan memperbaiki nya agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, juga secara kode etik sosial kita melakukan kesalahan dalam bersosialisasi dengan orang lain.

Ada dampak juga lo, nanti teman kita bisa bisa rontok satu satu, kehilangan respect baik dari teman, sahabat, kolega, bahkan dari keluarga sendiri, belum lagi jika kita sedang terjun sebagai entrepreneur, atau sedang memulai bisnis, sifat seperti ini benar-benar bakal tidak menguntungkan pribadi terkait.

courageouschristianfather.com


Tapi gimana-gimana sifat seperti merugikan kan? Actually, dominan akibat akan merugikan diri sendiri. I swear it. Saya bisa bilang begitu, karena saya termasuk salah satu praktisi sifat seperti ini dulunya. Meski untuk umur yang mungkin dibilang matang seperti sekarang, dalam beberapa case, cara berpikir seperti ini kadang muncul di dalam diri saya, tapi tinggal saya nya aja yang menyingkirkannya jauh-jauh, stereotip negatif kadang harus kita pendam dengan 1000 possibility dan sugesti positif.

Why we did it?
Kenapa kita atau mungkin sebagian orang melakukan "blame someone else" ini?

Masih dengan author penyuka makanan vegetarian yang sama, dia menyebut beberapa sebab.

Explain
Menjelaskan sesuatu yang telah terjadi, dan pada dasarnya manusia suka yang instan, simple dan tidak ribet, secara spontanitas subjek ini memasukkan beberapa clue dan poin-poin seadanya untuk dihubung-hubungkan, seperti puzzle kemudian dirangkai agar menjadi gambar, dan diklaim sebagai justifikasi, rangkaian kejadian.


blog.professorbeekums.com

Semua ini berangkat dari naluri kita sebagai manusia, untuk menjelaskan sesuatu, atau kepo terhadap banyak hal. Seperti contoh yang sudah saya sampaikan di atas tadi, ketika kita enak-enak jalan kemudian orang menabrak kita. Secara naluri pasti main kan di pikiran kita, berkutat di pertanyaan "kenapa hp saya bisa jatuh", akhirnya terjadilah justifikasi tersebut, dengan rangkaian kejadian yang masih dalam alur prediksi, bukan secara fact.

Attack
Tentunya justifikasi ini oleh beberapa orang digunakan untuk menyerang orang lain, dengan sebab-sebab tertentu, serta tujuan tujuan tertentu. Hati-hati fitnah orang lain ada di cakupan sub bab ini. Seperti mungkin supervisi yang tidak menyukai salah satu bawahan dalam lingkungan kerja, kemudian ke manajernya dia menyampaikan sesuatu hal kejadian yang memang dia rangkai sendiri dalam rangka menyerang bawah tersebut. Baik untuk pembunuhan karakter maupun yang lebih jahat.


123rf.com


Defense
Spontanitas defensif saja terhadap suatu kejadian. Mungkin di sini sebagian besar wanita yang melakukan ya, tapi tidak menutup kemungkinan laki-laki melakukannya juga. Ya itu menunjukkan sifat rapuh, fragille, dengan menunjukkannya, mungkin si subject berharap untuk mendapat respect atau keuntungan lain, tapi dalam satu segi ini hanya sebagai defense alami terhadap suatu kejadian yang mungkin bila dia tidak melakukannya, maka ada kemungkinan dia yang terkena sanksi moril.

X: Kamu tadi nabrak mobil saya ya?

Y: Enggak kok siapa juga yang nabrak..
(Takut disuruh ganti rugi cat mobil yang kebaret)


Easier
Lebih mudah lah. Daripada ribet-ribet mikirin segala possibility yang memungkinkan, enak aja ngomong "ini semua salah kamu".

Tapi masih deket sih sub bab ini (easier) dengan sub bab sebelumnya (defense). Cuman di sini ada satu sisi yang bisa di identikkan "easy to tell a lie" daripada menerima konsekuensi.


Independent.co.uk


Excuse
Seringkali naluri di dalam diri yang membutuhkan sugesti bahwa kita tidak sedang melakukan kesalahan. Harapan dari nya, ketika kita melakukan pembelaan atas apa yang kita lakukan, rasa nyaman akan muncul tapi sayangnya itu rasa nyaman yang semu.

Susan Krauss Whitbourne Ph.D., Professor Emerita dunia Psikologi dan ilmu otak di University of Massachusetts, menyebut perilaku ini dengan blame game. Suatu perilaku secara psikis yang secara naluri bisa dialami banyak orang, tinggal kembali ke tipikal orang masing-masing.

Lalu, solusi yang profesor ini katakan juga cukup simple, hampir sama seperti bagaimana cara pandang saya di atas tadi.

Learning to tell when you need to own up to your role in a bad situation will help you grow from your experiences, and ultimately help you achieve more fulfilling relationships.

Goal nya sih relationship. Kamu tidak akan meruntuhkan beberapa benang relationship yang sudah kamu kenal dengan berbagai orang. Sayang kalau hanya karena kebiasaan buruk ini, teman atau keluarga tidak respect lagi ke kita.


inc.com

Ada pula di kode etik sosial, sangat disayangkan jika kesempatan untuk bisa berkenalan dengan orang asing, siapa tahu ada manfaat kedepannya dengan perilaku baik terhadap orang asing tersebut, seperti mungkin ke depannya bisa jadi sahabat, jodoh, atau kolega bisnis, tapi kemungkinan-kemungkinan positif tersebut runtuhkan hanya karena habit jelek kita "playing blame games".

Satu kata sih. Semua merupakan pengalaman untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Semoga bermanfaat, dan teman-teman bisa mengambil ilmunya, karena gimana gimana kita adalah manusia yang terbatas, tempatnya kesalahan. Baik secara kacamata science sosiologi dan konsep religi, hal yang benar ketika kita melakukan suatu kesalahan, hanya ada instropeksi, meminta maaf (bila ada salah dengan pihak kedua atau ketiga), dan memperbaiki diri sendiri, semua dalam rangka agar kita menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya dan meminimalisir kesalahan yang telah terjadi di masa lampau agar tidak terjadi di masa datang.

Selamat beraktifitas dan salam kenal, jika ada kesalahan yang tidak disengaja mohon dimaafkan.

See you!



FURQON643

Jumat, 01 November 2019

Posisi Rumah Tusuk Sate dalam Konsep Fengshui dan Analogi Science

Guys hari ini kami mau berbagi wacana, berhubungan dengan mitos yang banyak ada di masyarakat, sejauh pengetahuan saya hal ini juga dibahas di ranah fengshui. Sebagian dari kita pastinya sudah familiar dengan kata tusuk sate. Kayu kecil, panjang, kemudian biasanya digunakan untuk menyajikan daging yang yang yang diiris kecil-kecil. Entah kenapa jadi kepikiran makanan ya.

Tapi bagaimana jika memang peristilahan tusuk sate ini diidentikkan dengan posisi suatu objek? Seperti misalkan rumah. Sayangnya ini lebih ke konotasi negatif.

Saya meyakini sebagian besar kawan pembaca mungkin sudah familier dan memahami banyak tentang rumah posisi tusuk sate. Tapi kalau boleh jujur, dulu saya nggak tahu makna demikian, sebelum akhirnya saya berkarir di sebuah bank kemudian menjadi tahu dan saya melihat dengan peristilahan seperti ini.

sumber picture dekoruma

seperti inilah paling tidak, sumber picture dasaguru


Secara sederhana, rumah tusuk sate mengacu pada posisi rumah yang terletak persis di pertigaan. Peristilahan yang kurang lebih tepat sebenarnya, peribaratan rumah seperti daging, siap ditusuk oleh alur jalan.

Mengingat mitos yang sedemikian rupa, saya tergelitik untuk mencoba mengulas sedikit berbagai myth yang sempat bertengger di stereotip masyarakat sehubungan dengan rumah yang berposisi demikian. Kasihan juga kalau misalnya ada orang yang susah payah mencari rumah, kemudian dia menemukan rumah yang benar-benar cocok dengannya, tapi ternyata posisi seperti topik bahasan kali ini, dan sang calon pemilik rumah menjadi galau.

Berikut mitos-mitos yang berkembang di masyarakat sehubungan dengan objek rumah yang berposisi seperti gambaran di atas.

- penghuni rumah tidak akan harmonis
- kondisi kesehatan penghuni bakal tidak baik
- rawan kecelakaan
- konotasi negatif berhubungan dengan rezeki
- posisi favorit para makhluk halus
- susah untuk dijual nantinya
- konotasi negatif akan ketahanan bangunan

Dan berbagai konotasi negatif lainnya yang bertengger di sebagian pikiran masyarakat.

sumber picture kompasiana.com

Beberapa stereotip miring di atas didominasi oleh prediksi-prediksi yang berangkat dari faktor-faktor posisi berdasarkan konsep feng shui.

Keyakinan ancient dari China ini mempunyai definisi dari Michael R. Matthews, Associate Professor di School of Education, Faculty of Arts and Social Sciences, UNSW, di bukunya History, Philosophy and Science Teaching: New Perspectives, menjabarkan singkat:

also known as Chinese geomancy, is pseudoscience originating from ancient China, which claims to use energy forces to harmonize individuals with their surrounding environment

Seperti kurang lebih ilmu alam, sarat akan prediksi, dan beberapa hal yang berbau cenayang, memberangkatkan interpretasi pemikiran berdasarkan suatu form, baik susunan, maupun pembacaan objek tertentu,  biasanya berupa batu, tanah, dan air.

sumber pictures Wikipedia

Johannes Hartlieb dalam (Munich, 1456) The Book of All Forbidden Arts; menyebut pemikiran ini (Feng shui) dengan salah satu seni ancient dalam forbidden arts.

Tapi secara kacamata modern, beberapa perihal mitos tersebut terdapat hubungan benang merah secara science concept. Beberapa pun bisa dianggap make a sense, dengan catatan catatan tersendiri. Coba kita memutar logika sedikit pada pembahasan berikutnya ini.

- penghuni tidak akan harmonis
Dominan pihak developer perumahan ketika akan membangun serentetan rumah pasti akan menimbang segala persiapan dengan matang. Kita logika saja misalkan 1 deret perumahan menghadap Utara dan Selatan, ini berarti arti kemungkinan besar rumah tusuk sate akan menghadap barat dan timur.

Apa dampak yang bisa ditimbulkan? 

Alhasil matahari saat terbit akan menyorot rumah, entah bagian depan atau belakang, begitu pula saat matahari sudah benar-benar di atas kepala kemudian tergelincir ke barat, secara logika rumah akan dominan terpapar sinar matahari di tiap menitnya. Panas kali ya.

sumber picture riliv

Saya kali ini ingin mengutip apa yang dikatakan oleh salah satu peneliti, sehubungan dengan udara panas. John M. Grohol, Psy.D., psikolog, peneliti sekaligus author Nova Southeastern University, dari beberapa penelitian menemukan benang merah antara udara panas dengan perubahan mood seseorang.

Heat waves are related to more violent behavior and aggression.

Dari logika kecil di atas maka bisa disimpulkan, ketika rumah posisi tusuk sate dan posisi sedemikian rupa seperti logika yang telah disampaikan, maka hawa di rumah ketika tidak disikapi dengan sistem ventilasi yang memadai, serta facade dan arsitek mendukung, bisa jadi inilah yang menjadikan rumah tangga "bisa jadi" kurang harmonis. Rumah yang seharusnya bisa diibaratkan tempat yang nyaman untuk beristirahat, dan meluangkan quality time bersama keluarga, bisa menjelma menjadi sebaliknya.

Sebetulnya hal ini bisa disikapi dengan baik. Segi fisik maupun arsitektur yang mendukung untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman bagi keluarga. Bisa di boosting dengan air conditioner, ventilasi yang benar-benar memadai, maupun pengadaan taman dengan memperbanyak tanaman hijau.

sumber picture Tribun News


- kondisi kesehatan penghuni yang bakal sakit-sakitan
Di dalam karya salah seorang penganut Tao, yaitu buku "Book of Burial", disebutkan bahwa,

term feng shui literally translates as "wind-water" in English.

Dari sini bisa tersirat sedikit bagaimana rumah dengan posisi tertentu seperti ini bisa menyebabkan penghuni rumah identik dengan kelemahan tubuh sehingga menyebabkan sakit-sakitan.

"Wind" atau angin.

Jika rumah di depannya terbentang jalan yang panjang, kemungkinan angin bertiup menghempas rumah dari muka itu sangat besar. Apalagi obyek rumah tusuk sate ini identik dengan jalanan, kemudian  rumah di depan pertigaan.

Sebuah penelitian karya dari Departement of Health Australia, ikut mengamini hal ini. Dalam penelitian berjudul Environmental Health Practitioner Manual: A Resource Manual for Environmental Health Practitioners Working with Aboriginal and Torres Strait Islander Communities, dikatakan bahwa,

Food, water or air can be made dangerous to humans and other animals by things which are living in it or mixed into it. When this happens, it is said to be contaminated or polluted.

sumber picture BBC

Jadi sekali lagi benang merah antara hamparan angin yang keras pada objek dengan posisi terkait, diperkuat dengan kemungkinan-kemungkinan objek berukuran mikro yang bisa terbawa angin, seperti debu, kotoran mikro, bahkan virus dan germ penyebab penyakit yang banyak berkeliaran baik di darat, air, dan udara.

Hal ini sebenarnya bisa disikapi pula. Baik secara segi science dan perilaku habit para penghuni rumah, seperti kebiasaan untuk hidup sehat, sadar akan kebersihan lingkungan, baik dalam maupun luar pekarangan rumah. Selalu dibersihkan secara rutin lingkungan sekitar kita, maupun faktor pendukung lain, hidup sehat para penghuni dalam segi mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi, rajin berolahraga rutin, hingga hal kecil seperti pemakaian antiseptik pada penyimpanan air di kamar mandi, saat mengepel lantai maupun kandungan cat rumah (teknologi terapan terbaru mengatakan ada cat-cat rumah yang mengandung antiseptik).

- rawan kecelakaan
Kalau yang ini secara logika kita sudah tersirat dengan baik, kita logika saja jalanan lurus kemudian tepat di hadapan ada rumah. Jika ada hal-hal di luar ekspektasi, seperti kejadian rem blong, atau faktor human error seperti mengantuk tapi tetap dipaksakan untuk mengendarai kendaraan, memang ada kemungkinan kecil bisa terjadi yang namanya stereotip rawan kecelakaan.

Tapi tetaplah berpositive thinking. Tidak ada orang yang memang mengendarai kendaraan dengan tujuan untuk mencelakai dirinya sendiri. Adapun bila ada kejadian bisa kita istilahkan 1 banding 1000. Lagian di sepanjang jalan pastinya banyak sign alias rambu-rambu lalu lintas.

sumber picture people

Tapi tetap saja untuk faktor safety dalam bertempat tinggal, bisa kita tambahkan barang-barang yang memang ditempatkan di posisi tusuk sate tersebut seperti pagar yang besar, atau pepohonan besar. Bisa juga melapangkan pekarangan depan rumah. Jadi tidak serta merta setelah jalanan, posisi tusuk satenya persis langsung pintu rumah depan. Bisa juga dengan cara lain yaitu pintu rumah depan tidak tepat di posisi tusuk sate tersebut tapi bisa dialihkan ke samping jika memang ada space tersendiri.

- konotasi negatif yang berhubungan dengan rezeki
Misalkan seperti bukan tempat yang tepat untuk mencari rezeki. Bisa jadi sebenarnya. Kalau memang rumah tersebut dipergunakan sebagai toko atau tempat usaha lain, minim lahan parkir kemudian kendaraan yang memang ada perlu dengan store terkait menempatkan nya alias diparkir di pinggir jalanan. Namanya pertigaan identik dengan area yang sibuk. Ada jalur lalu lintas dari kanan kiri dan depan.

Bisa sebenarnya disikapi dengan pengadaan lahan parkir yang cukup luas, diharapkan memadai untuk kendaraan para konsumen. Sehingga para konsumen merasa nyaman dan aman saat bertransaksi dengan store terkait. Lucu juga kan kalau misalkan armada baik kendaraan bermotor roda dua atau empat bertumpukan di pinggir jalan mengganggu hiruk pikuk traffic lalu lintas saat hari aktif? Belum lagi kalau pemerintahan setempat memasang rambu dilarang parkir di area terkait, benar-benar mempersempit potensi untuk berbisnis.

sumber picture entrepreneur

- posisi favorit makhluk halus
Setahu saya dari kacamata agama, makhluk halus ada di manapun termasuk di rumah rumah kita, baik rumah kita menghadap utara selatan barat timur tenggara, tidak ada bedanya.

Satu hal yang membedakan mungkin akumulasi jumlah makhluk halus yang ada di rumah, secara kacamata agama, dipengaruhi langsung oleh penghuninya (manusia sebagai penghuni rumah). Ketika banyak mengisi waktu selama di rumah dengan peribadatan yang khusyuk, besar kemungkinan akumulasi jumlah makhluk halus yang ada di rumah tidak sebanyak rumah yang tidak pernah dipergunakan untuk ibadah, atau memang banyak kejahatan kecil atau dosa keseharian terakumulasi di rumah tersebut.

Kalau mitos seperti ini, seringkali terkait dengan feng shui yang menyebutkan bahwa rumah dengan posisi seperti topik di atas merupakan objek dengan aura "chi" terbesar. Semua dikembalikan ke pribadi masing-masing.

sumber picture huffpost UK

- konotasi konotasi negatif lain
Misalkan seperti ketahanan rumah yang identik dengan cat rumah maupun struktur bangunan, bisa make a sense, seperti saat hujan badai, angin membawa air hujan yang kencang tersebut menerpa rumah. Panas hujan, panas hujan, demikian seterusnya bisa membuat lama-lama cat dinding terkelupas.

Belum lagi masalah teknis seperti daratan jalanan yang lebih tinggi daripada lantai rumah, air banjir bisa masuk dong. Kalau memang konotasi seperti membawa sial, semua dikembalikan ke pribadi masing-masing, tapi yang saya tahu ketika kita berpositif thinking akan sesuatu, energi positif tersebut akan menyebar, sampai memunculkan sugesti yang kurang lebih positif pula ke dalam diri kita dan sesama penghuni rumah.

Secara kacamata agama juga mengamini demikian. Tuhan terkadang suka mengamini prasangka hamba-nya terhadap sesuatu. maka dari itu diharapkan kita menjadi pribadi yang lebih baik dengan memperkaya sugesti positif di dalam diri.

be positive, tetaplah nyaman, sumber picture commodore house

Nah bagi kawan-kawan yang mungkin telah lama jerih payah mencari rumah, kemudian menemukan rumah dengan tipikal demikian sesuai topik, janganlah berkecil hati. Semua pasti ada jalan terbaik. Mitos terkadang berangkat dari konsep berpikir ancient, perlu kita jajarkan dengan sederet logika yang ada. Apalagi zaman sekarang terapan teknologi sudah macam-macam, keilmuan seperti arsitektur juga berkembang pesat. Dunia modern saya bisa memahami kalau masih digeluti dengan pemikiran pemikiran seperti di atas, tapi semua sekali lagi dikembalikan ke pribadi masing-masing.

Alangkah baiknya untuk timing tertentu kita bersikap bijaksana, memenuhi diri kita dengan energi positif, sugesti yang mengajak kita berkembang, sehingga tercipta suasana yang sesuai ekspektasi, tentu ekspektasi yang baik.

Semoga bermanfaat, selamat beraktifitas, be positive.

Furqon643

Beberapa Ciri Karakter Orang Sukses

Guys, kebanyakan dari kita pernah atau sering melihat beberapa orang yang mungkin dianggap dominasi orang udah "sukses" di kehidupan.

Memang ada stereotip berbeda dari masing-masing orang mengenai apa itu sukses. Tapi kalau boleh jujur, kebanyakan dari kita menganggap sukses itu adalah mampu menghandle kehidupannya dengan baik hingga titik tertentu yang belum kebanyakan orang meraihnya.

sumber picture brianchristner.io

Biasanya keidentikkan yang kita ambil bersama disini dekat dengan parameter-parameter seperti faktor financial. Entah itu berupa kepemilikan sebuah rumah yang mungkin besar, kendaraan berupa mobil terbaru, kehidupan rumah tangga yang mesra, dan berbagai kondisi lain yang tentunya setiap orang berbeda-beda dalam menjabarkannya. Bisa pula level jabatan makin tinggi makin mendapat cap demikian pula.

Mau gak mau kita secara naluri menyadari juga bahwa orang-orang yang seperti ini mempunyai ciri-ciri khusus yang mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang lainnya.

Kali ini saya ingin menjabarkan sedikit ciri-ciri sifat orang yang ada indikasi dia bisa menuju sukses, sehubungan dengan karakter sifat ciri-ciri tertentu yang dimilikinya, mengutip penyampaian oleh Robert Chen, seorang author, yang suka memberi pelatihan di barat sono.

Sabar
Pastinya mereka suka bersabar. Kalau memang sedang melakukan progres demi terwujudnya visi dia, misalkan sedang berbisnis, kan mulai dari nol, dengan rasa sabar ini pasti mereka bisa berproses lebih baik lagi, agar bisnis mereka bisa berjalan dengan baik, dan sesuai ekspektasi awal.

Ada kendala datang, dia akan bersabar, menemui kebuntuan terhadap ide, maka dia akan bersabar pula untuk menemukan solusi. Perlu kita sadari banyak orang sukses, mereka mulai dari nol atau pun mulai dari titik tertentu, dan mereka telah menghabiskan waktu yang tidak sedikit sebelum meraih kesuksesan. Di tiap waktu mereka pasti dipenuhi dengan rasa sabar.

sumber picture marketing91

Mampu mendefinisikan visi misi kehidupan secara detail
Karena mereka memiliki gol alias tujuan hidup sendiri. Dari situ mereka akan merangkai, apa apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan cita-cita. Misalkan mempunyai visi untuk bisa mempunyai bisnis yang besar. Step kemudian mereka akan melakukan berbagai skema perilaku untuk mewujudkan visi tersebut.

Seperti kita ambil contoh anak kecil yang ditanya sama gurunya.

Nanti besar kamu mau jadi apa?

Namanya anak kecil, dia bisa menjawab salah satu dari berbagai profesi yang menurut dia amazing. Jadi dokter, astronot, pengusaha besar, polisi dan berbagai profesi lain. Tentunya ketika dia sadar terhadap cita-cita, dia akan mencoba melakukan segala hal penunjang untuk meraih cita-cita tersebut. Seperti belajar rajin saat kapasitasnya masih sebagai pelajar.

sumber picture sentis

Suka dan mampu fokus dalam beberapa hal
Dengan fokus terhadap tujuan, segala aksi yang dia lakukan, tentu merupakan perilaku perilaku yang menopang cita-cita awal. Misalkan seorang siswa yang ingin punya uang banyak. Karena kapasitasnya masih siswa yang mempunyai kewajiban belajar, maka selain belajar tekun, dia akan menyimpan uang jajannya alias ditabung, bisa jadi dia akan memulai kegiatan jual-beli kecil, di mana profit akan disimpan.

Trader, pastinya fokus terhadap fluktuasi skema valas yang ada di bursa. Seorang sales yang mempunyai impian tinggi, pasti dia akan fokus dalam penjualan sebagai kewajiban kesehariannya. Saya dulu salesman loh.

Sikap positif dan tekun
Selalu berpositif thinking dan tekun dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan awal. Attitude kali ya yang bener. Udah kelihatan lah attitude orang malas dan orang rajin. Selalu semangat atau sebaliknya malas-malasan dalam melakukan berbagai hal dalam keseharian, kita aja udah bisa menangkap, oh dia calon sukses oh dia calon orang yang mungkin susah sukses. 

Sumber picture mission Santa Maria

Optimis
Rasa optimis penting dilakukan, karena rasa yang penting dimiliki orang sukses ini, bisa sugesti dia untuk bertahan, proses menuju pewujudan tujuan.

Kalau kita membicarakan orang sukses dalam cakupan bisnis, adakalanya momen tertentu misalkan bisnisnya mandek, rasa optimis ini akan mendorong dia sebagai sugesti positif untuk menemukan solusi terbaik sehubungan dengan bisnisnya.

Fleksibel
Contoh yang diberikan author terkait seperti apa yang dilakukan Steve Jobs.

Steve Jobs started with computers, went into the animation, and really made his comeback with the iPod.

Dalam artian dunia selalu bergulir lebih maju, ada teknologi-teknologi yang baru, bahkan secara culture masyarakat. Hal ini memaksa orang-orang sukses untuk memutar otak, agar lebih fleksibel, yang penting dia melakukan atau mewujudkan sesuatu, dalam rangka sesuai visi misi awal.

sumber picture HR daily advisor


Kelebihan dalam memanage waktu
Waktu itu bergulir dan kalau sudah bergulir tidak akan datang lagi. Sama seperti kesempatan yang datang, bisa jadi itu kesempatan satu-satunya. Orang-orang sukses biasanya bisa memanage waktu dengan baik.

Mampu berkomunikasi dengan baik
Orang sukses biasanya menyadari bahwa dalam mencapai tujuan, dia harus bekerja sama dengan pihak pihak lain. Oleh karenanya biasanya orang-orang tersebut bisa mampu berkomunikasi dengan baik. Sesuai konsep manajerial. Manajer alias atasan yang baik adalah orang yang bisa mengkomunikasikan dan membagi job desk bawahan bawahan nya.

Tidak hanya dengan bawahannya, komunikasi yang baik pastinya teraplikasi juga ke orang lain, misalnya partner bisnis, kolega, semua dalam rangka sosialisasi pengembangan market. Coba deh ngomong sama seorang bos besar, pasti gaya bicaranya luwes, berbeda dengan orang kebanyakan.

sumber picture MIT sloan management review

Berani
Kalau tidak ada sikap ini, konsisten untuk tetap berusaha menggapai cita-cita tidak bakal bertahan lama. Contohnya seorang pebisnis dalam menghadapi kompetisi dengan kompetitor. Sikap berani akan diaplikasikan selama berproses keseharian. Berani mengambil keputusan, berani melakukan mixing produk atau marketing, dan berbagai usaha lain dalam rangka meraih tujuan.

Suka memberi dan berbagi
Karena sebagian orang percaya bahwa dia intensitas memberi terhadap orang lain akan berimbas kepada diri dia sendiri. Persis seperti konsep religi ketika kita beramal maka kita suatu hari akan menuai banyak kebaikan sebagai balasan dari Tuhan.

Percaya diri
Kalau tidak percaya diri, sedikit-banyak sudah tergambar, mereka yang tidak percaya diri akan susah fokus, merasa gundah terhadap apa-apa yang sedang mereka lakukan.

Orientasi aksi, aplikasi dari teori, alias tidak hanya omong doang
Karena kesuksesan itu identik dengan hasil dari kerja keras. Kalau tidak mulai untuk melakukan sesuatu, maka kesuksesan akan jauh dari orang tersebut. Sekelumit maupun rentetan aksi akan menghasilkan sesuatu. Jika hanya omongan atau verbal doang tanpa aksi, kapan mau mendapat hasil? Jangankan hasil, bisa jadi dia hanya menunda-nunda kesempatan untuk berbuat positif.

sumber picture dynamic business

Misalkan seperti orang yang menangkap kesempatan berjualan baju dengan model tertentu sehubungan dengan celah pangsa pasar yang ada di daerahnya. Dia masih terjebak dengan teori-teori atau ketakutan ke berbagai kemungkinan negatif, dia akan stuck, stagnan, tidak mencoba untuk memulai, bisa jadi karena terlalu takut untuk membuat start.

Suka membaca
Orang sukses adalah orang yang berwacana luas. Meningkatkan wacana dan pengetahuan pastinya dengan banyak membaca. Apalagi kalau mereka sudah atau sedang berproses, pastinya mereka melakukan monitoring, seperti fluktuasi bisnis yang ada sekarang, berbagai kemungkinan bisnis baru yang mungkin bisa dicoba, monitoring fluktuasi pemasaran terhadap produk tertentu, politik negara karena terkait kebijakan kebijakan usaha, dan lain-lain.

Percaya terhadap intuisi
Masih ada kaitannya dengan percaya diri. Biasanya dipenuhi dengan intuisi positif. Ketika dia sedang proses intuisi ini membawa ke sugesti positif yang membawa dia agar tetap melangkah.

sumber picture forbes


Membuka segala opsional, segala kemungkinan yang terjadi sehubungan dengan action
Karena yang namanya proses menuju perwujudan cita-cita, ada kalanya menemukan kendala dan tantangan tertentu. Opsional sangat dibutuhkan di sini. Jika plan A kurang berjalan baik ada plan B dan seterusnya.

Cita-citanya tinggi
Mana bisa sukses jika di dia hanya mempunyai cita-cita yang rendah. Semakin tinggi maka semakin baik, sejalan dengan jerih payah dia untuk konsisten dan bekerja keras meraih tujuan.

Understanding relationship
Penting memahami pentingnya relationship. Baik itu kepada bawahan, atau pihak-pihak lain sebagai kerjasama bisnis. Karena orang sukses tahu dia dalam mencapai tujuan membutuhkan peran serta orang orang lain. Baik terhadap bawahan, orang sukses lainnya yang berhubungan dengan kerjasama bisnis, maupun terhadap khalayak umum, seperti konsumen untuk meningkatkan marketing suatu produk. Dia akan memahami bagaimana pentingnya dekat secara emosional pada individu-individu tertentu.

sumber picture today show

Begitu juga menjaga keharmonisan keluarga. Para pakar bisnis seperti ini menyadari bahwa keharmonisan keluarga merupakan salah satu aspek penting untuk menuju kesuksesan. Coba kita telisik simple ya, misalkan ada manajer suatu perusahaan, profitnya melejit tapi di rumah dia keadaannya tidak sedang baik-baik saja dengan keluarganya. Hal ini akan mempengaruhi kinerja nya dia ke depannya, secara langsung maupun tidak langsung, faktor comfort dan enjoyable dalam bekerja.

Antusias tinggi
Antusias yang tinggi bisa mengekalkan konsistensinya untuk selalu berproses dalam meraih tujuan.

Pengakuan terhadap kesalahan
Kalau bisanya menyalahkan orang lain atas suatu kesalahan tertentu, kapan dia bisa berkaca terhadap dirinya sendiri atau instropeksi terhadap keputusan-keputusan dia yang mungkin salah. Karena memperbaiki diri sendiri itu merupakan salah satu momen untuk menyempurnakan jalan menuju perwujudan tujuan. Terutama mengenali kelemahan diri sendiri.

sumber picture the new yorker

Keinginan survival dalam kompetisi
Ada sifat gampang menyerah dalam kompetisi sekiranya tidak akan memupuk rasa pantang menyerah dalam diri dia.

Kalau di dunia nyata sekarang kita lihat seperti merek mobil. Terbayangkan merk mobil apa saja yang ada di pasaran sekarang? Karena pemilik merek mobil masing-masing mempunyai keinginan untuk survive dalam kompetisi pasar. Mereka melakukan pengembangan produk, memperbanyak varian produk, semua mereka lakukan untuk menggaet atau memperbesar persentase konsumen produk mereka.

Pendengar yang baik
Karena ini sebagai bentuk instropeksi diri sendiri juga untuk menuju kesempurnaan. Mereka menyadari keahlian mereka dalam bidang tertentu. Namun dunia ini banyak science alias pengetahuan, yang ada ahli di bidang masing masing. Misalkan ahli komputer, mungkin dia akan mendengarkan ahli marketing, sehubungan dengan bagaimana cara terbaik untuk menjual produknya dia berupa komputer. Bisa juga dia masih mempertimbangkan apa kata ahli komputer lain sehubungan meningkatkan kualitas produk.

sumber picture net doctor

Mampu mengendalikan emosi
Karena ada beberapa sifat emosional yang hanya menuju ke konotasi negatif. Seperti marah menyerah sedih, dia bisa menghandle nya dengan baik.

Seorang bos bila merasakan decrease penjualan produk perusahaannya, merasa sedih itu sesuatu yang normal, tapi jika dia terjebak dengan rasa kesedihan berkepanjangan, secara tidak langsung dia akan segera sadar bahwa kesedihan berlarut-larut itu itu akan merugikan dia. Adanya memperbaiki beberapa poin penyebab decrease, bangkit dari kesedihannya, lalu mencoba hal-hal yang baru.

Suka mempersiapkan segala sesuatu dengan baik
Langkah-langkah yang sedang dijalankan seseorang, tentu dibarengi konsekuensi konsekuensi khusus. Misalkan dalam mengusahakan suatu produk, ada biaya-biaya di sana, yang harus dikeluarkan untuk membuat produk. Kemudian ada beberapa hal juga yang harus dipertimbangkan sehubungan dengan eksistensi produk. Seperti pertimbangan ketahanan produk, dan peningkatan fungsi. Pastinya semua harus dipersiapkan dengan baik.

sumber picture campus safety magazine

Suka menggantungkan segala sesuatu dengan kemampuan diri sendiri
Secara simpel seperti sugesti dalam diri sendiri, misalkan berupa, saya yakin bisa melakukan ini.

Sadar sejauh mana kapasitas diri sendiri termasuk stamina, dan pengetahuan
Dengan kesadaran seperti itu, dan mengetahui sejauh mana kapasitas dia, dia akan memanage dirinya dengan baik, agar proses untuk meraih tujuan bisa dilaluinya sesuai ekspektasi.

Waktunya istirahat ya istirahat. Waktunya untuk menambah pengetahuan tentang marketing yang dia lakukan. Bahkan waktu-waktu tertentu untuk merundingkan sesuatu dengan ahlinya.

----------------

Agak banyak ya semoga bermanfaat. Mudah-mudahan nggak capek ngebacanya. Kalau memang ada salah satu atau beberapa sifat demikian di dalam diri kita, kemungkinan besar kita berpotensi sebagai orang yang sukses. Tentu sukses ini sesuai stereotip masing-masing orang.

Saran saya, ketika kita memiliki beberapa sikap positif tersebut, pertahankan dan aplikasikan. Siapa tahu salah satu dari Anda nanti bisa sukses melebihi teman-teman yang lain sekitaran Anda.



FURQON643